Ammar Zoni, seorang aktor yang tengah menghadapi masalah hukum, telah membuka suara mengenai situasi yang dia alami di balik jeruji. Dalam sebuah pernyataan, Ammar mengungkapkan bahwa dia merasa perlu untuk melawan dan menjelaskan adanya dugaan penyimpangan yang melibatkan oknum tertentu dalam proses hukum yang menimpanya.
Saat ini, dia sedang menjalani masa penahanan di Lapas Narkotika Cipinang setelah sebelumnya berada di Lapas Nusakambangan. Di tempat sebelumnya, Ammar mengaku tidak merasakan rasa aman, yang menyebabkan stres dan tekanan berlebihan dalam hidupnya.
“Sekarang, alhamdulillah, saya merasa beruntung berada di Lapas Cipinang Narkotika. Mereka sangat menjaga saya, terutama karena ada banyak ancaman yang saya hadapi di luar sana. Oleh karena itu, saya merasa berani untuk berbicara lebih terbuka tentang siapa saja yang terlibat dalam situasi ini,” ungkapnya dalam sebuah sesi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Ammar Zoni dan Perjuangan Melawan Tekanan Hukum
Menghadapi tekanan mental dan fisik dalam situasi penahanan, Ammar mengaku merasa lebih nyaman di Lapas Cipinang. Perlindungan yang diberikan membuatnya merasa lebih aman untuk mengungkapkan kebenaran mengenai dugaan rekayasa kasusnya.
Bintang film ini menyatakan bahwa rasa aman tersebut sangat penting mengingat ancaman yang mungkin datang dari pihak-pihak tertentu. Berkat dukungan dari pihak pengelola lapas, dia merasa mampu untuk berjuang dan berbicara tanpa rasa takut.
“Mungkin banyak yang tidak mengerti apa yang saya hadapi, tetapi bagi saya, perlindungan ini adalah hal yang sangat berarti. Saya meminta doa masyarakat agar saya bisa melalui semua ini dengan baik,” tambah Ammar.
Dampak Psikologis Selama Proses Hukum
Dampak psikologis dari proses hukum yang dihadapinya tidak bisa dipandang sebelah mata. Ammar mengaku mengalami stres yang signifikan selama menjalani penahanan awal di Nusakambangan. Situasi tersebut membuatnya merasa tertekan dan kehilangan kendali atas kecemasan yang dihadapi.
“Selama di Nusakambangan, saya tidak hanya berjuang melawan hukum, tetapi juga melawan keadaan mental saya sendiri. Banyak waktu saya habiskan untuk merenung dan merasa tertekan,” ujarnya menggambarkan perjalanan mentalnya.
Sekarang, di Lapas Cipinang, ia merasa ada harapan baru. Dengan suportifnya kondisi di lapas sekarang, Ammar berharap dapat lebih fokus dalam menghadapi persidangan dan menyampaikan fakta-fakta yang ada.
Ketakutan akan Pindah Kembali ke Nusakambangan
Di tengah harapan baru ini, ada satu ketakutan yang terus menghantui Ammar, yakni kemungkinan untuk dipindahkan kembali ke Nusakambangan. Ketidakpastian ini membuatnya selalu was-was, dan dia berupaya keras untuk menghindari kepindahan tersebut.
“Pengalaman di Nusakambangan sangat sulit bagi saya, dan saya tidak ingin itu terulang lagi. Saya berusaha berdoa serta berikhtiar agar tetap bisa tinggal di Cipinang,” jelasnya dengan penuh harap.
Ketidakpastian hukum yang dia hadapi juga menjadi bagian terberat dalam hidupnya, dan Ammar berkomitmen untuk tidak menyerah dalam melawan ketidakadilan yang dia alami. Setiap langkah diambilnya dengan tekad untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.
